TUGAS BAHASA INDONESIA (SOFTSKILL)

Posted by Kenrick Setiawan
On Senin, 11 Januari 2016

BAB I
PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang
Kemajuan ilmu pengetahuan dan perkembangan teknologi, dewasa ini membuka efek positif bagi perkembangan dunia usaha dan teknologi yang semakin canggih mendorong para pengusaha/investor dapat mendirikan suatu perusahaan, menurut Soemarso S.R., dalam bukunya Akuntansi Suatu Pengantar  (2004 : 22) “Perusahaan adalah suatu organisasi yang didirikan oleh sekelompok orang atau badan lain yang kegiatannya adalah melakukan produksi dan distribusi guna memenuhi kebutuhan ekonomis manusia”.
Disamping itu, kemajuan tersebut diatas juga dapat memberikan dorongan kepada para pemilik perusahaan untuk memperluas volume kegiatan usahanya yang sudah berjalan. Perkembangan dunia usaha tersebut akan membawa pengusaha ke tingkat persaingan yang semakin kompleks. Hal ini, menuntut agar perusahaan dapat dikelola secara efektif dan dapat mencapai tujuan yang diinginkan.
Dalam mencapai tujuan yang diinginkan, peranan pemimpin dalam suatu perusahaan sangat penting karena mempunyai tugas dan tanggung jawab yang menentukan sukses tidaknya perusahaan yang dipimpin. Selain itu, keberhasilan suatu organisasi perusahaan juga dipengaruhi oleh kinerja/pengelolaan keuangan, produksi, pemasaran dan personalia. Bagian – bagian tersebut saling berkaitan dan bekerja sama satu dengan yang lainnya.
Memberdayakan secara maksimal tiap fungsi dalam organisasi perusahaan secara efektif memerlukan kebijaksanaan. Oleh karena itu, dengan adanya suatu perencanaan dan strategi yang memadai, maka setiap kebijakan yang akan diambil berhubungan dengan pengambilan keputusan berdasarkan kondisi riil yang terjadi diperusahaan.
Perusahaan memberikan keyakinan bahwa apa yang dilaporkan benar dan dapat dipercaya sehingga secara tidak langsung dapat meningkatkan efisiensi kerja dan menjaga ketaatan dan kebijaksanaan pemimpin yang telah ditetapkan. Untuk itu, didalam suatu perusahaan diperlukan sistem dan prosedur untuk memudahkan melancarkan kegiatan operasional perusahaan. Begitupun didalam proses penjualan, membutuhkan suatu sistem dan prosedur.
Sistem dan prosedur memiliki perbedaan, Menurut Mulyadi dalam bukunya, Sistem Informasi Akuntansi (2001 :  1) “sistem adalah suatu jaringan prosedur yang dibuat menurut pola yang terpadu untuk melaksanakan kegiatan pokok organisasi”. Sedangkan “prosedur adalah suatu urutan kegiatan klerikal, biasanya melibatkan beberapa orang dalam satu departemen atau lebih, yang dibuat untuk menjamin penanganan secara seragam transaksi organisasi yang terjadi berulang-ulang”. Jadi, suatu sistem terdiri dari jaringan prosedur, sedangkan prosedur merupakam urutan kegiatan klerikal.
Sistem dan prosedur dapat dipenuhi apabila terdapat pola atau struktur organisasi yang jelas yaitu adanya pembagian tugas dan penetapan fungsi yang baik. Dengan adanya struktur organisasi, maka perusahaan memiliki tujuan yang jelas, tujuan suatu perusahaan adalah mencari profit (keuntungan). Menurut Jeff Madura dalam bukunya Introduction To Business/Pengantar Bisnis (2007 : 6) “tujuan suatu usaha (perusahaan) adalah  untuk melayani kebutuhan pelanggan oleh pemilik yang mencoba untuk memperoleh laba”.
Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut adalah melakukan penjualan sebagai tolak ukur untuk mengetahui tingkat kesanggupan perusahaan dalam menjalankan operasionalnya. Dengan adanya penjualan yang besar berarti perusahaan mampu berjalan dan mebiayai seluruh aktivitas operasional perusahaan.
Dengan demikian, sistem akuntansi sangat dibutuhkan oleh perusahaan dalam menjalankan kegiatan operasionalnya khususnya aktivitas yang berhubungan dengan penjualan sehingga perusahaan dapat mengelolah kinerja keuangannya secara maksimal. Setiap penjualan yang dilakukan oleh perusahaan, pada akhirnya akan menghasilkan uang.
Seiring berkembangnya suatu usaha/bisnis, maka persoalan – persoalan dalam perusahaan juga semakin rumit sehingga hubungan pihak – pihak yang yang terlibat didalamnya menjadi semakin kompleks. Dalam kondisi demikian, pimpinan perusahaan dihadapkan pada masalah bagaimana melalukan pengelolaan yang baik. Di dalam perusahaan sering terjadi kecurangan pencatatan transaksi penjualan, maka diperlukan adanya sistem informasi akuntansi agar kecurangan dalam prosedur pencatatan dapat diminimalkan. Para manajer dapat memperoleh laporan yang berkaitan dengan penjualan secara cepat, tepat dan akurat.
Berdasarkan uraian diatas, penulis tertarik untuk menulis proposal dengan topik sistem informasi akuntansi penjualan dengan judul“SISTEM INFORMASI AKUNTANSI DAN PROSEDUR PENJUALAN PT. SEMESTA NIAGA SEJAHTERA MAKASSAR”.
B.   Identifikasi Masalah
Berdasarkan pembahasan diatas penulis dapat mengidentifikasi beberapa masalah, yaitu:
1.   Bagaimana mendeteksi permasalahan yang terjadi pada proses penjualan PT. Semesta Niaga Sejahtera Makassar.
2.  Bagaimana merancang Sistem Informasi Akuntansi dan prosedur penjualan
yang dapat diterapkan PT. Semesta Niaga Sejahtera Makassar
.
3.  Bagaimana penerapan sistem informasi akuntansi penjualan yang diterapkan oleh PT. Semesta Niaga Sejahtera Makassar.
C.  Batasan Masalah
Pada penulisan ini hanya terbatas pada sistem dan prosedur penjualan yang terdiri atas sistem akuntansi penjualan perusahaan, prosedur penjualan perusahaan, prosedur penerimaan kas dan sistem informasi akuntansi penjualan perusahaan serta bagaimana hubugan sistem informasi akuntansi dengan prosedur penjualan.
D.  Rumusan Masalah
Dari uraian yang dikemukan sebelumnya dan mengingat begitu pentingnya peranan sistem informasi akuntansi terhadap prosedur penjualan, maka dalam penulisan ini dirumuskan masalah yang akan dibahas yaitu “Apakah penerapan sistem informasi akuntansi penjualan pada PT. Semesta Niaga Sejahtera Makassar sudah sesuai dengan prosedur ?”
E.   Tujuan dan Manfaat Penulisan
1.  Tujuan Penulisan
Berdasarkan identifikasi, batasan dan rumusan masalah yang penulis ungkapkankan sebelumnya, maka penulis merumuskan tujuan penulisan ini, sebagai berikut :
·      Mendeteksi permasalahan yang terjadi pada proses penjualan PT. Semesta Niaga Sejahtera Makassar.
·      Merancang Sistem Informasi Akuntansi dan prosedur penjualan
yang dapat diterapkan PT. Semesta Niaga Sejahtera Makassar
·      Membandingkan sistem informasi akuntansi yang sesuai dengan prosedur dengan yang diterapkan oleh PT. Semesta Niaga Sejahtera Makassar.
2. Manfaat Penulisan
Manfaat yang dapat diambil dari penulisan proposal ini, yaitu :
·      Memberikan usulan prosedur penjualan dimana didalamnya diterapkan suatu pengendalian internal yang baik untuk dapat menyelesaikan atau meminimalisasi permasalahan terjadinya kecurangan dalam pencatatan yang dapat mengakibatkan kerugian.
·      Menyediakan usulan rancangan sistem informasi akuntansi penjualan yang dapat diterapkan pada PT. Semesta Niaga Sejahtera makassar.
·      Memberikan masukan dalam rangka menambah pengetahuan dan pemahaman serta wawasan bagi para pembaca tulisan ini.
F.  Hipotesis
Berdasarkan topik dan judul serta permasalahan yang telah dikemukakan sebelumnya dan akan dibahas dalam proposal ini, maka dugaan sementara yang dapat penulis kemukakan adalah “bahwapenerapan Sistem Informasi Akuntansi terhadap penjualan pada PT. Semesta Niaga Sejahtera belum sesuai dengan prosedur Akuntansi”.

BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A.  Sistem Informasi Akuntansi
Sistem informasi akuntansi merupakan bagian yang terpenting dari seluruh informasi yang diperlukan manajemen. Sistem informasi akuntansi terutama berhubungan dengan prosedur yang dilakukan dalam suatu perusahaan. Untuk itu, sistem informasi akuntansi dirancang untuk menangani sesuatu yang berulangkali atau rutin terjadi. Penjuan adalah komponen yang secara rutin terjadi dalam penyelenggaraan perusahaan dan sangat penting, karena berkaitan dengan profit yang dapat dihasilkan perusahaan. Dalam perusahaan yang bergerak dibidang perusahaan dagang penjualan merupakan komponen yang paling dominan. Untuk memudahkan pelaksanaan administrasinya maka diperlukan suatu sistem akuntansi penjualan.
Dengan adanya sistem informasi yang memadai menjadikan akuntan perusahaan dapat menyediakan informasi keuangan bagi setiap tingkatan manajemen, para pemilik atau pemegang saham, kreditur dan para pemakai laporan keuangannya lainnya. Sistem informasi akuntansi tersebut dapat digunakan oleh manajemen untuk merencanakan dan mengendalikan operasi perusahaan sehingga dapat mencapai sasarandan menjamin atau menyediakan laporan keuangan yang tetap. Untuk mengetahui arti pentingnya sistem informasi akuntansi maka kita harus memahami pengertian sistem informasi akuntansi tersebut. Berikut ini diuraikan beberapa definisi dari beberapa dari istilah yang digunakan dalam sistem informasi akuntansi :
1.   Pengertian Sistem
Sistem dapat diartikan sebagai suatu  kesatuan yang terdiri atas interaksi elemen – elemen yang berusaha mencapai tujuan tertentu, agar dalam suatu perusahaan dapat membuat suatu keputusan.
Untuk lebih mengetahui pentingnya sistem, berikut dikemukakan beberapa pendapat para ahli : Mulyadi (2001 : 1) mengemukakan bahwa “sistem pada dasarnya adalah sekolompok unsur yang erat berhubungan satu dengan yang lainnya yang berfungsi bersama – sama untuk mencapai tujuan tertentu”.
Menurut Cole/neuschel dalam buku zaki Baridwan (1999 : 3), “Sistem adalah suatu kerangka dari prosedur – prosedur yang saling berhubungan yang disusun sesuai dengan skema yang menyeluruh untuk melaksanakan suatu kegiatan atau fungsi perusahaan”.
Menurut Marom (2002 : 1) menyatakan bahwa “sistem adalah suatu jaringan dari prosedur – prosedur yang disusun dalam rangkaian secara menyeluruh untuk melaksanakan berbagai kegiatan atau fungsi pokok dalam suatu badan usaha”.
Dari pengertian yang dikemukan oleh para ahli diatas dapat disimpulkan bahwa “sistem adalah suatu prosedur-prosedur dan bagian-bagian yang disusun dan saling berinterkasi antara satu dengan yang lainnya dalam satu rangkaian yang berfungsi secara menyeluruh dan bersama-sama untuk mencapai suatu tujuan tertentu”.
2. Pengertian Informasi
Informasi berhubungan dengan data, informasi berasal dari data. Tapi, perlu disadari bahwa sesungguhnya data tidak mempunyai nilai apa-apa untuk mengambil keputusan, hanya informasi saja yang mempunyai nilai karena informasi memudahkan seseorang untuk mengambil keputusan.
Menurut Gordon B. Davis (1993 : 27) “Information is data that has been processed into a form that is meaningfull to the receipiet and is of real or perceived value in current or prospective decision”. Bahwa Informasi merupakan data yang diolah menjadi suatu bentuk yang penting bagi si penerima dan mempunyai nilai yang nyata dapat dirasakan dalam keputusan – keputusan yang sekarang atau keputusan di masa mendatang.
Dengan demikian, menurut penulis informasi adalah suatu bentuk data yang dapat dikelolah sehingga dapat menghasilkan dan memiliki manfaat bagi penerima yang dapat digunakan untuk mengambil suatu keputusan.
3. Pengertian Akuntansi
Akuntansi merupakan bahasa bisnis. Setiap perusahaan menerapkannya sebagai alat komunikasi. Secara klasik akuntansi merupakan proses pencatatan (recording), pengelompokkan (classifying), rangkuman (sumarrizing), dan pelaporan (reporting) dari transaksi-transaksi perusahaan. Untuk lebih jelas, berikut ini dikemukan pengertian akuntansi menurut beberapa para ahli : menurut American Accounting Assosiation (AAA) dalam buku karya Soemarso S.R. dengan judul Akuntansi Suatu Pengantar (2004:3) “Akuntansi adalah proses pengidentifikasian, mengukur dan melaporkan informasi ekonomi, untuk memungkinnya adanya penilaian dan keputusan yang jelas dan tegas bagi mereka yang menggunakan informasi tersebut”.
Menurut buku karangan Horngren, dkk (1997 : 3) mengemukakan bahwa “Akuntansi adalah suatu sistem yang mengukur aktivitas-aktivitas usaha, mengelola informasi tersebut menjadi laporan keuangan dan menkomunikasikan hasil-hasilnya kepada para pembuat keputusan”.
Kusnadi (2000 : 7) mengemukan bahwa “Akuntansi adalah suatu seni atau keterampilan mengolah transaksi atau kejadian yang setidak-tidaknya dapat diukur dengan uang menjadi laporan keuangan dengan cara sedemikian rupa sistematisnya berdasarkan prinsip yang diakui umum sehingga para pihak yang berkepentingan atas perusahaan dapat mengetahui posisi keuangan dan hasil operasinya pada setiap waktu diperlukan dan daripadanya dapat diambil keputusan maupun pemilihan berbagai alternatif dibidang ekonomi.
Dari definisi – definisi di atas dapat disimpulkan bahwa akuntansi mempunyai peranan penting yang bersifat keuangan dalam kegiatan perusahaan dan kepada pihak-pihak tertentu yang memerlukan untuk mengambil keputusan atau memilih alternatif ekonomi.
Sedangkan menurut penulis “Akuntansi adalah suatu proses pengumpulan transaksi keuangan perusahaan untuk dilakukan pengidentifikasian, pengelompokan dan pengukuran serta pencatatan sehingga dapat menghasilkan suatu seni atau keterampilan yang mempunyai informasi penting berupa laporan keuangan bagi pihak-pihak yang berkepentingan terhadap perusahaan yang dapat digunakan untuk membuat keputusan”.
4. Pengertian Sistem Informasi Akuntansi
Untuk mengenal pengertian sistem informasi akuntansi, berikut akan dikemukan beberapa pendapat para ahli : Menurut Horngren, Harrison dan Bamber (2002, p.227) "Sistem Informasi Akuntansi adalah kombinasi dari orang, catatan-catatan, dan prosedur yang dipergunakan oleh perusahaan untuk menyediakan data keuangan".
Menurut mulyadi (2001 : 3) “Sistem Informasi Akuntansi adalah organisasi formulir, catatan dan laporan yang dikoordinasikan sedemikian rupa untuk menyediakan laporan keuangan yang dibutuhkan oleh manajemen guna memudahkan pengelolaan perusahaan”.
Sedangkan definisi lain dikemukan oleh Barry E. Chusing dalam buku karangan Zaki Baridwan (1997 : 3) bahwa “Sistem Informasi Akuntansi adalah suatu set sumber daya manusia dan modal dalam suatu organisasi yang bertugas untuk menyiapkan laporan keuangan dan juga informasi yang diperoleh dari kegiatan pengumpulan dan pengolahan data transaksi’.
Berdasarkan pengertian para ahli di atas, maka penulis dapat membuat pengertian atau definisi sistem informasi akuntansi, yaitu suatu prosedur yang dapat dikombinasikan dengan catatan keuangan dan sumber daya manusia dalam pengelolaan suatu modal didalam suatu perusahaan untuk menyiapkan suatu informasi dari laporan keuangan atas kegiatan pengumpulan dan pengolahan data transaksi perusahaan.
B.   Prosedur Penjualan
1. Pengertian Prosedur
Prosedur merupakan sebuah perintah yang dapat digunakan untuk membagi beberapa kejadian dalam suatu kumpulan perintah yang lebih kecil dangan berbagai kelengakapan di dalamnya baik itu pengecekan kondisi, fungsi matematika manpun fungsi string. Dengan menggunakan prosedur atau fungsi dapat menghemat banyak ruang dalam dan menghindari pengetikan kode yang berulang-ulang.
Menurut Amin Widjaja (1995 : 83) “Prosedur adalah sekumpulan bagian yang saling berkaitan misalnya : orang, jaringan gudang yang harus dilayani dengan cara yang tertentu oleh sejumlah pabrik dan pada gilirannya akan mengirimkan pelanggan menurut proses tertentu”.
Menurut Kamaruddin (1992 : 836 – 837) “Prosedur pada dasarnya adalah suatu susunan yang teratur dari kegiatan yang berhubungan satu sama lainnya dan prosedur-prosedur yang berkaitan melaksanakan dan memudahkan kegiatan utama dari suatu organisasi”.
Sedangkan pengertian prosedur menurut Ismail masya (1994 : 74) mengatakan bahwa “Prosedur adalah suatu rangkaian tugas-tugas yang saling berhubungan yang merupakan urutan-urutan menurut waktu dan tata cara tertentu untuk melaksanakan suatu pekerjaan yang dilaksanakan berulang-ulang”.
Berdasarkan pendapat para ahli diatas dapat bahwa “prosedur adalah suatu tata cara kerja yang dilakukan dalam melakukan suatu kegiatan dalam suatu organisasi yang saling berhubungan dengan yang lainnya berdasarkan urutan waktu dan pola yang telah dirancang serta berulang-ulang dilaksanakan”.
2. Penjulan
Bersifat profit, elemen penting untuk perusahaan, karena adanya penjualan akan mendatangkan suata keuntungan dari kegiatan bisnis tersebut. “Penjualan adalah suatu usaha yang terpadu untuk mengembangkan rencana-rencana strategis yang diarahkan pada usaha pemuasan kebutuhan dan keinginan pembeli, guna mendapatkan penjualan yang menghasilkan laba” (Marwan, 1991 dalam home artikel : pengertian penjualan).
Penjualan merupakan sumber hidup suatu perusahaan, karena dari penjualan dapat diperoleh laba serta suatu usaha memikat konsumen yang diusahakan untuk mengetahui daya tarik mereka sehingga dapat mengetahui hasil produk yang dihasikan (www.google.com search articel : pengertian penjualan).
Menurut Winardi (1982 : home artikel), “penjualan adalah suatu transfer hak atas benda-benda”. Dari penjelasan tersebut dalam memindahkan atau mentransfer barang dan jasa diperlukan orang-orang yang bekerja dibidang penjualan seperti pelaksanaan dagang, agen, wakil pelayanan dan wakil pemasaran.
Dari uraian definisi diatas, penulis dapat mengambil kesimpulan tentang pengertian penjulan, yaitu “suatu aktivitas dalam suatu organisasi (bisnis) yang dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan pembeli dengan tujuan untuk mendapatkan suatu keuntungan yang dilakukan dengan memberikan layanan/menyediakan jasa/barang berdasarkan rencana strategis”.
3. Pengertian Prosedur Penjualan
Menurut Baridwan (1991), “prosedur penjualan adalah urutan-urutan sejak diterimanya pesanan dari pembeli, pengiriman barang, pembuatan faktur (penagihan) dan pencatatan penjualan”.
Sejak dulu sampai sekarang penjualan masih tetap berperan paling penting diantara aktivitas lainnya. Penjualan merupakan sumber hidup suatu perusahaan, karena dari penjualan dapat diperoleh laba. Banyak faktor selain usaha promosi termasuk segi pelayanan atau pemberian service, harga yang cocok, juga bagian pimpinan perusahaan dapat mengikuti order penjualan yang masih luas/terbuka. Maka aktivitas penjualan dapat di kronologiskan sebagai berikut:
1) Penerimaan pesanan,
2) Penegasan pesanan,
3) Pengiriman barang,
4) Pembuatan faktur,
5) Pembuatan laporan operasional penjualan.
Prosedur penjualan melibatkan beberapa bagian dalam perusahaan dengan maksud agar penjualan yang terjadi dapat diawasi dengan baik. Bagian-bagian yang terkait dalam penjualan adalah bagian pesanan penjualan, bagian kredit, bagian gudang, bagian pengiriman, bagian billing dan bagian akuntansi.
Dengan demikian, “prosedur penjualan adalah suata cara yang dapat dilakukan oleh penjual dalam proses pemberian pelayanan terhadap pembeli sejak diterimanya surat order pesanan sampai selesai dilakukan pencatatan yang mana didalamnya melibatkan beberapa fungsi didalam perusahaan”.

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A.  OBJEK PENELITIAN
Data yang digunakan yaitu data penjualan dan sistem serta prosedur yang diterapkan pada PT. Semesta Niaga Sejahtera Makassar.
B.  Waktu Penelitian
Di dalam penulisan proposal ini, selain menentukan objek yang diteliti Penulis juga menggunakan waktu yang dapat mengukur lamanya penulisan proposal ini sebagai bentuk realisasi atas penelitian yang dilakukan oleh penulis, baik yang digunakan dalam perolehan data maupun dalam penyusunan sehingga karya ilmiah ini dapat selesai karena adanya efesiensi waktu yang digunakan.
C.  DATA/VARIABLE
Dalam penulisan ilmiah ini penulis menggunakan jenis dan sumber data, sebagai berikut :
·   Jenis data
 Jenis data yang digunakan dalam penulisan proposal ini adalah data kualitatif, yaitu data yang diperoleh dalam bentuk informasi baik lisan maupun tulisan.
·   Sumber data
 Sumber data yang diperlukan, yaitu data primer dan data sekunder :
a)    Data primer didapat dengan meninjau langsung ke objek penelitian yaitu PT. Semesta Niaga Sejahtera Makassar.
b)   Seadangkan untuk data sekunder berupa pengumpulan data yang didapat secara tidak langsung dari perusahaan yang bersangkutan, seperti perpustakaaan dan Internet.
D.  Metode Pengumpulan Data
Metode yang akan digunakan oleh Penulis dalam penulisan proposal, meliputi :
·      Metode analisis
Untuk memecahkan permasalahan dalam penulisan proposal ini, Penulis menggunakan metode analisis. Metode analisis yang akan dilakukan oleh Penulis, yaitu :
a)  Metode analisis deskriptif, yaitu menjelaskan sistem dan prosedur penjualan kredit pada perusahaan
b) Metode analisis komparatif, yaitu membandingkan sistem penjualan kredit yang ditetapkan oleh perusahaan dengan pelaksanaan sistem penjualan kredit. Alat analisis yang digunakan adalah flowchart.
Berdasarkan kedua metode analisis diatas, maka data-data yang akan dibahas diperoleh melalui :
a)    Penelitian lapangan (Field Research)
Dalam penelitian lapangan, peninjauan akan dilakukan secara langsung ke perusahaan. Penelitian lapangan dilakukan dengan 3 (tiga) cara, yaitu :
1)    Observasi (Pengamatan Langsung)
Penelitian dilakukan dengan cara observasi yaitu dengan datang dan mengamati secara langsung objek penelitian secara lebih fokus dan relevan. Melakukan pengamatan terhadap sistem akuntansi dan prosedur serta pencatatan penjualan yang diterapkan/digunakan pada PT. Semesta Niaga Sejahtera Makassar.
2)      Pengumpulan data
Data-data yang dibutuhkan berupa dokumen-dokumen atau file-file yang berhubungan dengan penjualan.
3)   Interview (wawancara)
Dengan mengadakan tanya jawab dengan karyawan sebuhubungan dengan pengambilan data tentang objek yang diteliti. Mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada para pengguna dari pihak perusahaan, sehingga sistem yang akan dibuat menjadi lebih efektif dan mewakili aspirasi mereka.
b)   Penelitian kepustakaan
Dalam penulisan kepustakaan akan dilakukan pencarian, pengumpulan dan pembelajaran buku-buku yang bersifat teoritis, literatur-literatur, skripsi dan bacaan-bacaan lain termasuk melalui internet yang relevan dengan sistem akuntansi dan prosedur serta pencatatan penjualan sehingga diperoleh teori-teori yang dapat digunakan sebagai landasan teori dan dasar dalam pembuatan sistem yang akan diterapkan pada masalah yang ditemukan dalam lapangan.

SUMBER : http://smsadheererd-samsulriadirosdu.blogspot.co.id/2012/10/contoh-proposal-penelitian.html
http://i-started.blogspot.co.id/2013/01/universitas-gunadarma-penulisan-ilmiah.html

BAHASA INDONESIA 1

Posted by Kenrick Setiawan
On Senin, 16 November 2015
1. Ada pepatah yang mengatakan “Bahasa itu lebih tajam dari sebilah pedang”? Jelaskan!
JAWAB : 


Ya, bahasa merupakan alat untuk komunikasi atau berinteraksi. Namun penggunaan bahasa ini juga harus diperhatikan. Jika bahasa digunakan dengan baik maka akan menghasilkan respon yang baik, dan jika bahasa digunakan dengan buruk maka akan menghasilkan respon yang buruk juga. Manusia memang bebas untuk berbicara atau berpendapat, tapi jika kebebasan itu diluar batas atau terjadi miss komunikasi dengan pendengar maka akan menyakiti si pendengar, dan bisa jadi perkataan itu akan teringat dan membekas di hati si pendengar.

Kemudian maksud dari pepatah “Bahasa itu lebih tajam dari sebilah pedang” adalah, jika kita hidup didalam masyarakat dan tidak mengerti kondisi dan sifat dari orang tersebut. Maka kita hendaknya menjaga tutur bicara, karena manusia mempunyai akal fikiran yang bisa digunakan untuk memikirkan perkataan yang baik dan mana yang buruk. Sebab jika kita salah berbicara dan perkataan kita bisa membuat orang sakit hati, orang tersebut akan selalu mengingat ucapan kita, maka sebaiknya jaga biacara kita terhadap orang lain.


2. Buatlah karangan singkat mengenai penggunaan bahasa Indonesia dikalangan Masyarakat maupun di keluarga anda.
JAWAB :

Di suatu hari yang cerah dan panas, ada sebuah keluarga tinggal di suatu perumahan sederhana. Tinggallah seorang gadis bernama Silva yang sangat pendiam bersama dengan seorang adik laki-laki bernama Rio dan kedua orang tuanya.  Ibunya adalah seseorang yang sangat suka berbicara. Suatu pagi, saat  Silva bersiap-siap untuk berangkat sekolah, Ia pamit pada ibunya dengan mencium kedua pipi ibunya. Begitu pula dengan adiknya. Tetapi kepada ayahnya, mereka hanya mengucapkan kalimat “Pa, aku jalan dulu ya!”. Bagi keluarga mereka itu sudah hal yang biasa. Dan begitu juga ketika pulang, mereka sudah dibiasakan untung mengucapkan “Siang, Ma” atau “Sore, Ma”, tergantung kapan mereka pulang. Tetapi jarang sekali terjadi komunikasi yang berarti antara anak dan orang tua.
Pada malam harinya mereka biasa berkumpul saat makan malam. Di sini sang ibu lah biasa melontarkan candaan. “Bagaimana kabarnya si itu, tadi SMS ga?” tanya ibu pada Silva. Karena Silva tidak merasa senang dengan  pertanyaan candaan ibunya itu, dia hanya diam saja melanjutkan makannya. Setelah mereka sekeluarga selesai makan. Ssang ibu mulai lagi candaannya “Ahh… udah bosen kali dia SMS-an terus tiap hari, udah ga ada omongan lagi”. Silva masih diam saja menahan rasa kesalnya. Dia di sini adalah seorang teman laki-laki yang dekat dengan Silva sekarang ini. Kemudian, lagi-lagi sang ibu menggodanya, katanya “Udah putusin aja, ngapain ladenin orang kayak gitu, dunia ga sedaun kelor”. Kata Silva dalam hati, “Hiiihh, nyebelin banget sih, apaan sih, pacar juga bukan. Ya walaupun itu harapanku.”. Selalu seperti itu tiap kali sang ibu bicara. Silva diam saja. Bahkan saat  tidur ditemani sang ibu pun, ia bercerita tentang kejadian-kejadian masa mudanya, tetapi Silva diam saja. Silva menyimpan semuanya dalam hatinya. Sejak dulu ibunya selalu berbuat dan berkata sesuatu yang tidak sedap didengar olehnya. Itu yang membuatnya tidak mau tahu apa yang dilakukan maupun dikatakan ibunya.
Keesokkan harinya saat Silva pulang sekolah, dia cepat-cepat mandi dan berpakaian rapi. Ibu bertanya dengan nada tinggi, “Mau kemana lagi kamu?”.  “Mau pergi ke ultah temanku”, jawab Silva dengan nada tinggi agak kesal. Ibunya bertanya lagi, “Sama siapa perginya, di rumah siapa? sama siapa aja? Awas ya bohong”. Silva makin kesal, katanya “Ahh elah, sama temenku pokoknya. Berisik banget sih”. Ibunya terus bicara dengan nada tinggi, Silva hanya diam dan pergi begitu saja saat temannya datang menjemput dan membanting pintu karena kesal. “Jadi orang kok negatif aja pikirannya.” katanya dalam hati.
Sepulangnya dari pesta ulang tahun temannya, Silva membersihkan diri kemudian menyalakan komputernya dan menggunakan internet. Tidak lama kemudian, orang tuanya bertengkar tepat di sampingnya tanpa mempedulikan kehadirannya. Keduanya tidak mau mengalah, terutama sang ibu yang selalu ingin dibenarkan. Silva dan adiknya sangat pusing mendengar pertengakaran orang tua mereka. Adiknya berteriak “Berisik banget sih lu pada.”, saking kesal dan bosannya dia mendengar orang tuanya yang selalu bertengkar. Silva hanya bisa diam saja menahan semua kekesalannya. Entah sampai kapan ini akan berlanjut, pikir Silva.
Begitulah keseharian keluarga mereka. Keluarga yang sangat kurang komunikasi. Keluarga yang seharusnya selalu menjadi wadah komunikasi, malah tidak bisa menjadi tempat terbaik untuk menyalurkan keinginan untuk berkomunikasi satu dengan yang lain.

3. Sebutkan kekurangan dan kelebihan mempelajari bahasa Indonesia?
JAWAB :

A. Kelebihan 
  • Menambah kosakata Bahasa Indonesia
  • Agar tidak mudah dipermainkan dalam kata-kata
  • Dapat menemukan berbagai arti dari kalimat ambigu
  • Saat bingung di daerah yang dialeknya asing bagi kita (sunda, jawa, madura, etc) di Indonesia, kita dapat menggunakan bahasa Indonesia untuk berkomunikasi.
  • Untuk membuat CV, laporan, surat-surat, lamaran, dsb. yang membutuhkan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
  • Bagi orang luar negeri, bahasa Indonesia itu termasuk bahasa yang sulit 


B. Kekurangan

  • Bukan merupakan bahasa internasional seperti bahasa Inggris
  • Bahasa Indonesia banyak mempunyai aturan-aturan. baik dalam berbicara maupun penulisan. Misalnya, di dalam Bahasa Indonesia kita mengenal adanya EYD (Ejaan yang Disempurnakan), penulisan kata dan kalimat baku, penggunaan kalimat majemuk, dan sebagainya
  • Bahasa indonesia merupakan bahasa yang terlihat mudah untuk dipelajari namun dalam penerapannya sangat sulit
  • Sulit dipelajari bagi orang asing
  • Banyaknya keragaman bahasa daerah yang lambat laun mempengaruhi dan merubah kemurnian dari bahasa indonesia


SUMBER :


TUGAS TOU 2 (KEPIMIMPINAN)

Posted by Kenrick Setiawan
On Selasa, 26 Mei 2015

KEPEMIMPINAN


TEORI DAN ARTI PENTING KEPEMIMPINAN


Kepemimpinan adalah proses memengaruhi atau memberi contoh oleh pemimpin kepada pengikutnya dalam upaya mencapai tujuan organisasi.Cara alamiah mempelajari kepemimpinan adalah "melakukannya dalam kerja" dengan praktik seperti pemagangan pada seorang seniman ahli, pengrajin, atau praktisi.Dalam hubungan ini sang ahli diharapkan sebagai bagian dari peranya memberikan pengajaran/instruksi.
Kebanyakan orang masih cenderung mengatakan bahwa pemimipin yang efektif mempunyai sifat atau ciri-ciri tertentu yang sangat penting misalnya, kharisma, pandangan ke depan, daya persuasi, dan intensitas.[3] Dan memang, apabila kita berpikir tentang pemimpin yang heroik seperti Napoleon, Washington, Lincoln, Churcill, Sukarno, Jenderal Sudirman, dan sebagainya kita harus mengakui bahwa sifat-sifat seperti itu melekat pada diri mereka dan telah mereka manfaatkan untuk mencapai tujuan yang mereka inginkan.

TEORI-TEORI KEPEMIMPINAN

        Teori kepemimpinan pada umumnya berusaha untuk memberikan penjelasan dan interpretasi mengenai pemimpin dan kepemimpinan dengan mengemukakan beberapa segi antara lain : Latar belakang sejarah pemimpin dan kepemimpinan Kepemimpinan muncul sejalan dengan peradaban manusia. Pemimpin dan kepemimpinan selalu diperlukan dalam setiap masa. Sebab-sebab munculnya pemimpin Ada beberapa sebab seseorang menjadi pemimpin, antara lain :
a.Seseorang ditakdirkan lahir untuk menjadi pemimpin. Seseorang menjadi pemimpin melalui usaha penyiapan dan pendidikan serta didorong oleh kemauan sendiri.
b.Seseorang menjadi pemimpin bila sejak lahir ia memiliki bakat kepemimpinan kemudian dikembangkan melalui pendidikan dan pengalaman serta sesuai dengan tuntutan lingkungan.
Untuk mengenai persyaratan kepemimpinan selalu dikaitkan dengan kekuasaan, kewibawaan, lingkungan dan kemampuan.

1.Teori-teori dalam Kepemimpinan
a) Teori Sifat
Teori ini bertolak dari dasar pemikiran bahwa keberhasilan seorang pemimpin ditentukan oleh sifat-sifat, perangai atau ciri-ciri yang dimiliki pemimpin itu.

Ciri-ciri ideal yang perlu dimiliki pemimpin menurut Sondang P Siagian (1994:75-76) adalah: – pengetahuan umum yang luas, daya ingat yang kuat, rasionalitas, obyektivitas, pragmatisme, fleksibilitas, adaptabilitas, orientasi masa depan;
 – sifat inkuisitif, rasa tepat waktu, rasa kohesi yang tinggi, naluri relevansi, keteladanan, ketegasan, keberanian, sikap yang antisipatif, kesediaan menjadi pendengar yang baik, kapasitas integratif;
 – kemampuan untuk bertumbuh dan berkembang, analitik, menentukan skala prioritas, membedakan yang urgen dan yang penting, keterampilan mendidik, dan berkomunikasi secara efektif.


b) Teori Perilaku
Dasar pemikiran teori ini adalah kepemimpinan merupakan perilaku seorang individu ketika melakukan kegiatan pengarahan suatu kelompok ke arah pencapaian tujuan. Dalam hal ini, pemimpin mempunyai deskripsi perilaku:
– Perilaku seorang pemimpin yang cenderung mementingkan bawahan memiliki ciri ramah tamah,mau berkonsultasi, mendukung, membela, mendengarkan, menerima usul dan memikirkan kesejahteraan bawahan serta memperlakukannya setingkat dirinya. Di samping itu terdapat pula kecenderungan perilaku pemimpin yang lebih mementingkan tugas organisasi.
– Berorientasi kepada bawahan dan produksi perilaku pemimpin yang berorientasi kepada bawahan ditandai oleh penekanan pada hubungan atasan-bawahan, perhatian pribadi pemimpin pada pemuasan kebutuhan bawahan serta menerima perbedaan kepribadian, kemampuan dan perilaku bawahan. Sedangkan perilaku pemimpin yang berorientasi pada produksi memiliki kecenderungan penekanan pada segi teknis pekerjaan, pengutamaan penyelenggaraan dan penyelesaian tugas serta pencapaian tujuan. Pada sisi lain,
c) Teori Situasional
Keberhasilan seorang pemimpin menurut teori situasional ditentukan oleh ciri kepemimpinan dengan perilaku tertentu yang disesuaikan dengan tuntutan situasi kepemimpinan dan situasi organisasional yang dihadapi dengan memperhitungkan faktor waktu dan ruang. Faktor situasional yang berpengaruh terhadap gaya kepemimpinan tertentu menurut Sondang P. Siagian (1994:129) adalah

·         Jenis pekerjaan dan kompleksitas tugas;
·          Bentuk dan sifat teknologi yang digunakan;
·         Persepsi, sikap dan gaya kepemimpinan;
·         Norma yang dianut kelompok;
·         Rentang kendali;
·         Ancaman dari luar organisasi;
·         Tingkat stress;
·         Iklim yang terdapat dalam organisasi





TIPOLOGI KEPEMIMPINAN

Dalam praktiknya, dari ketiga gaya kepemimpinan tersebut berkembang beberapa tipe kepemimpinan; di antaranya adalah sebagian berikut (Siagian,1997).

1. Tipe Otokratis.

Seorang pemimpin yang otokratis ialah pemimpin yang memiliki kriteria atau ciri sebagai berikut: Menganggap organisasi sebagai pemilik pribadi, Mengidentikkan tujuan pribadi dengan tujuan organisasi, Menganggap bawahan sebagai alat semata-mata, Tidak mau menerima kritik, saran dan pendapat, Terlalu tergantung kepada kekuasaan formalnya, Dalam tindakan pengge-rakkannya sering mempergunakan pendekatan yang mengandung unsur paksaan dan bersifat menghukum.

2. Tipe Militeristis

Perlu diperhatikan terlebih dahulu bahwa yang dimaksud dari seorang pemimpin tipe militerisme berbeda dengan seorang pemimpin organisasi militer. Seorang pemimpin yang bertipe militeristis ialah seorang pemimpin yang memiliki sifat-sifat berikut : Dalam menggerakan bawahan sistem perintah yang lebih sering dipergunakan, Dalam menggerakkan bawahan senang bergantung kepada pangkat dan jabatannya, Senang pada formalitas yang berlebih-lebihan, Menuntut disiplin yang tinggi dan kaku dari bawahan, Sukar menerima kritikan dari bawahannya, Menggemari upacara-upacara untuk berbagai keadaan.

3. Tipe Paternalistis.

Seorang pemimpin yang tergolong sebagai pemimpin yang paternalistis ialah seorang yang memiliki ciri sebagai berikut : menganggap bawahannya sebagai manusia yang tidak dewasa, bersikap terlalu melindungi (overly protective), jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengambil keputusan, jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengambil inisiatif, jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengembangkan daya kreasi dan fantasinya, dan sering bersikap maha tahu.

4. Tipe Karismatik.

Hingga sekarang ini para ahli belum berhasil menemukan sebab-sebab mengapa seseorang pemimpin memiliki karisma. Umumnya diketahui bahwa pemimpin yang demikian mempunyai daya tarik yang amat besar dan karenanya pada umumnya mempunyai pengikut yang jumlahnya sangat besar, meskipun para pengikut itu sering pula tidak dapat menjelaskan mengapa mereka menjadi pengikut pemimpin itu. Karena kurangnya pengetahuan tentang sebab musabab seseorang menjadi pemimpin yang karismatik, maka sering hanya dikatakan bahwa pemimpin yang demikian diberkahi dengan kekuatan gaib (supra natural powers). Kekayaan, umur, kesehatan, profil tidak dapat dipergunakan sebagai kriteria untuk karisma. Gandhi bukanlah seorang yang kaya, Iskandar Zulkarnain bukanlah seorang yang fisik sehat, John F Kennedy adalah seorang pemimpin yang memiliki karisma meskipun umurnya masih muda pada waktu terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat. Mengenai profil, Gandhi tidak dapat digolongkan sebagai orang yang ‘ganteng”.

5. Tipe Demokratis.

Pengetahuan tentang kepemimpinan telah membuktikan bahwa tipe pemimpin yang demokratislah yang paling tepat untuk organisasi modern. Hal ini terjadi karena tipe kepemimpinan ini memiliki karakteristik sebagai berikut : dalam proses penggerakan bawahan selalu bertitik tolak dari pendapat bahwa manusia itu adalah makhluk yang termulia di dunia, selalu berusaha mensinkronisasikan kepentingan dan tujuan organisasi dengan kepentingan dan tujuan pribadi dari pada bawahannya, senang menerima saran, pendapat, dan bahkan kritik dari bawahannya, selalu berusaha mengutamakan kerjasama dan teamwork dalam usaha mencapai tujuan, ikhlas memberikan kebebasan yang seluas-luasnya kepada bawahannya untuk berbuat kesalahan yang kemudian diperbaiki agar bawahan itu tidak lagi berbuat kesalahan yang sama, tetapi lebih berani untuk berbuat kesalahan yang lain, selalu berusaha untuk menjadikan bawahannya lebih sukses daripadanya, dan berusaha mengembangkan kapasitas diri pribadinya sebagai pemimpin.

Secara implisit tergambar bahwa untuk menjadi pemimpin tipe demokratis bukanlah hal yang mudah. Namun, karena pemimpin yang demikian adalah yang paling ideal, alangkah baiknya jika semua pemimpin berusaha menjadi seorang pemimpin yang demokratis.


FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPEMIMPINAN

Dalam melaksanakan tugas kepemimpinan mempengaruhi orang atau kelompok menuju tujuan tertentu, kita pemimpin, dipengaruhi oleh beberapa factor. Factor-faktor itu berasal dari diri kita sendiri, pandangan kita terhadap manusia, keadaan kelompok dan situasi waktu kepemimpina kita laksanakan. Orang yang memandang kepemimpinan sebagai status dan hak untuk mendapatkan fasilitas, uang, barang, jelas akan menunjukkan praktek kepemimpinan yang tidak sama dengan orang yang mengartikan kepemimpinan sebagai pelayanan kesejahteraan orang yang dipimpinnya. Factor-faktor yang berasal dari kita sendiri yang mempengaruhi kepemimpinan kita adalah pengertian kita tentang kepemimpinan, nilai atau hal yang kita kejar dalam kepemimpinan, cara kita menduduki tingkat pemimpin dan pengalaman yang kita miliki dalam bidang kepemimpinan.

Menurut Hadari (2003;70) menjelaskan bahwa unsur-unsur dalam kepemimpinan adalah
1.      Adanya seseorang yang berfungsi memimpin, yang disebut pemimpin (leader).
2.      Adanya orang lain yang dipimpin
3.      Adanya kegiatan yang menggerakkan orang lain yang dilakukan dengan mempengaruhi dan pengarahkan perasaan, pikiran, dan tingkah lakunya
4.      Adanya tujuan yang hendak dicapai dan berlangsung dalam suatu proses di dalam organisasi, baik organisasi besar maupun kecil.
Faktor-faktor yang mempengaruhi kepemimpinan Davis menyimpulkan ada empat faktor yang mempengaruhi kepemimpinan dalam organisasi, yaitu :
1.      Kecerdasan : seorang pemimpin harus mempunyai kecerdasan yang melebihi para anggotanya • Kematangan dan keluasan sosial(Social manutary and breadth) : seorang pemimpin biasanya memiliki emosi yang stabil, matang, memiliki aktivitas dan pandangan yang ckup matang
2.      Motivasi dalam dan dorongan prestasi(Inner motivation and achievement drives) : dalam diri seorang pemimpin harus mempunyai motivasi dan dorongan untuk mencapai suatu tujuan
3.      Hubungan manusiawi : pemimpin harus bisa mengenali dan menghargai para anggotanya Menurut Greece, di dalam suatu organisasi, hubungan antara bawahan dengan pimpinan bersifat saling


IMPLIKASI MANAJERIAL KEPEMIMPINAN DALAM ORGANISASI


Teori dikemukakan oleh Robert K. Blake dan Jane S. Mouton yang membedakan dua dimensi dalam kepemimpinan, yaitu “concern for people” dan “concern for production”. Pada dasarnya teorimanagerial grid ini mengenal lima gaya kepemimpinan yang didasarkan atas dua aspek tersebut, yaitu :
Improvised artinya pemimpin menggunakan usaha yang paling sedikit untuk menyelesaikan tugas tertentu dan hal ini dianggap cukup untuk mempertahankan organisasi.
Country Club artinya kepemimpinann didasarkan kepada hubungan informal antara individu artinya perhatian akan kebutuhan individu dengan persahabatan dan menimbulkan suasana organisasi dan tempo kerja yang nyaman dan ramah.
Team yaitu kepemimpinan yang didasarkan bahwa keberhasilan suatu organisasi tergantung kepada hasil kerja sejumlah individu yang penuh dengan pengabdian dan komitmen. Tekanan untama terletak pada kepemimpinan kelompok yang satu sama lain saling memerlukan. Dasar dari kepemimpinan kelompok ini adalah kepercayaan dan penghargaan.
Task artinya pemimpin memandang efisiensi kerja sebagai factor utama keberhasilan organisasi. Penampilan terletak pada penampilan individu dalam organisasi.
Midle Road artinya kepemimpinan yang menekankan pada tingkat keseimbangan antara tugas dan hubungan manusiawi , dengan kata lain kinerja organisasi yang mencukupi dimungkinkan melalui penyeimbangan kebutuhan untuk bekerja dengan memelihara moral individu pada tingkat yang memuaskan.
Implikasi Terhadap Sistem Komunikasi Organisasi
Dalam teori manajerial grid terdapat dua orientasi yang dijadikan ukuran yaitu berfokus pada manusia dan pada tugas. Hal ini menunjukkan bahwa pentingnya hubungan antar individu dalam menyelesaikan tugas yang diberikan kepada bawahan. Sebagai seorang pemimpin, bertugas memberikan arahan serta bimbingan terhadap bawahannya, sehingga mereka dapat mengerjakan pekerjaannya dengan baik. Implikasi teori ini terhadap system komunikasi organisasi adalah bahwa teori ini memandang pentingnya komunikasi dalam menjalankan kepemimpinan dengan lima gaya yang berbeda dari para pemimpin. Adanya orientasi terhadap dua aspek tersebut menunjukkan bahwa kepemimpinan dalam organisasi harus memperhatikan hubungan antar individu satu dengan lainnya sebagai motivasi dalam mengerjakan tugas. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mampu terjun diberbagai kalangan baik itu dengan para pimpinan lainnya, maupun dengan bawahan sebagai asset berharga organisasi. Semua ini terjalin apbila pemimpin tersebut memiliki pendekatan perilaku yang baik. Hal ini membutuhkan komunikasi yang efektif.
Menurut Blake dan Mouton, gaya kepemimpinan team merupakan gaya kepemimpinan yang paling disukai. Kepemimpinan gaya ini berdasarkan integrasi dari dua kepentingan yaitu pekerjaan dan manusia. Pada umumnya, kepemimpinan gaya team berasumsi bahwa orang akan menghasilkan sesuatu apabila mereka memperoleh kesempatan untuk melakukan pekerjaan yang berarti. Selain itu, dalam kepemimpinan gaya team terdapat kesepkatan untuk melibatkan anggota organisasi dalam pengambilan keputusan dengan maksud mempergunakan kemampuan mereka untuk memperoleh hasil yang terbaik yang mungkin dapat dicapai.

REFERENSI :
- http://id.wikipedia.org/wiki/Kepemimpinan
- https://ipanwicaksono.wordpress.com
- http://blog.sivitas.lipi.go.id